+62 825 5665 559
lpm@unanda.ac.id
Palopo, Sulawesi Selatan, INA. 91921
blog-img
14/04/2020

COVID-19. MANUSIA DAN LINGKUNGAN

ICT | Pendidikan

Dr. Idawati, S.P.,M.Si

Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian dan Ketua LPM Universitas Andi Djemma, Palopo

 

Penulis adalah lulusan S3 Penyuluhan Pembangunan FEMA, IPB University

 

 

CORONAVIRUS DISEASE 2019, MANUSIA DAN LINGKUNGAN

 

 

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada liputan 6 hari Sabtu 4 April 2020, bahwaIklim Indonesia Tak Cocok untuk Wabah Corona, Tetapi Mobilitas Kuat Berpengaruh. Hasil kajian ini telah disampaikan kepada Bapak Presiden bahwa meningkatnya kasus Corona di Indonesia lebih kuat dipengaruhi faktor selain cuaca dan iklim.

 

"Meningkatnya kasus pada gelombang ke dua saat ini di Indonesia tampaknya lebih kuat dipengaruhi oleh pengaruh pergerakan atau mobilitas manusia dan interaksi sosial," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Indonesia memiliki suhu rata-rata 27-30 derajat Celcius dan kelembapan udara berkisar 70-95%, sehingga lingkungan ini, tidak ideal untuk outbreak Covid-19.

Kasus Gelombang ke-2 Corona telah menyebar di Indonesia sejak awal Maret 2020 diduga akibat faktor mobilitas manusia dan interaksi sosial yang lebih kuat berpengaruh, daripada faktor cuaca dalam penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia. Kasus ini menyebabkan pentingnya membatasi mobilitas penduduk dan interaksi sosial dengan menjaga kesehatan masyarakat. Apalagi pada April hingga Mei ini, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki pancaroba dengan memasuki pergantian musim, yang sering ditandai dengan merebaknya wabah demam berdarah. Masyarakat dianjurkan untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh, dengan memanfaatkan kondisi cuaca untuk beraktivitas atau berolahraga pada jam yang tepat, terutama di April hingga puncak musim kemarau Agustus nanti.

Menurut Pendiri Microsoft Bill Gates memprediksi vaksin virus corona (SARS-CoV-2) bisa ditemukan dalam kurun waktu 18 bulan ke depan. "Vaksin pertama akan bisa didapatkan apabila semuanya berjalan dengan baik," kata Gate. Bill & Melinda Gates Foundation adalah salah satu pendukung dari Koalisi Persiapan Inovasi Pandemik yang mendukung pendanaan proyek COVID-19 yang ketujuh kepada para peneliti untuk mencari vaksin corona.

Sambil mendukung proyek COVID-19 Gates mengatakan Lockdown bagi setiap wilayah sangatlah penting. Selain itu, menurut Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, alasan mengapa pemerintah Indonesia tidak menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Hal itu berkaitan dengan aktivitas perekonomian masyarakat. "Di Indonesia banyak sekali yang bekerja mengandalkan upah harian. Itu menjadi salah satu kepedulian pemerintah, supaya aktivitas ekonomi tetap berjalan”. Oleh karena itu, pemerintah memilih untuk mengajak masyarakat melakukan pembatasan interaksi sosial atau social distancing terkait Covid-19. Hal itu didukung dengan kebijakan setiap kepala daerah diantaranya meliburkan sekolah, proses perkuliahan tatap muka dan menutup sementara tempat wisata.

"Lockdown artinya membatasi betul-betul satu wilayah atau daerah dan itu memiliki implikasi ekonomi, sosial, keamanan, sehingga kebijakan ini, belum bisa diambil saat ini. Jika belum bisa Lockdown sebaiknya social distancing yang tidak kalah penting, melalui mekanisme penularan virus corona yang sejauh ini diketahui adalah melalui kontak penderita dengan orang lain secara langsung. Langkah ini dapat dilakukan bersama dengan membatasi interaksi sosial, sehingga penyebaran virus corona dapat ditekan.

Masyarakat bersama Pemerintah sebaiiknya saling mendukung untuk tetap mendorong terjaganya aktivitas ekonomi, tetapi dengan modifikasi, cara kita bekerja. Selain itu, masyarakat harus menjaga pola hidup sehat, termasuk menerapkan lima hal pencegahan penularan virus corona. Kelima hal tersebut yaitu jaga jarak dengan orang lain, dilarang jabat tangan, rajin cuci tangan dengan sabun, hindari kerumunan dan pakai masker di tempat ramai terutama di zona merah.

 

Bagikan Ke:

Populer